“Hello, how are you, how’s life?”
Basa-basinya sih seperti itu, tapi bukan itu sebenernya yg ingin saya sampaikan ke dia.
“Finally find a new one, eh? I’m so glad to hear that! Seriously. Sooo, are you
happy now? With that kind of relationship? With the feminine one? That will
always stay right beside you? That always told you where she is and etc etc”
Atauuuu seperti ini:
“Atau kamu yg udah merubah pandangan kamu? Kapan kamu berani ngaku kalo mostly, pandangan kamu yg salah selama ini? Kapan? Kapan kamu sadar kalau kamu juga menekan saya?”
Hmm ntah saya yg lagi aneh apa gimana, kadang terbesit ingin dia mengakui kalau dia salah, ya at least saya mengakui kebrengsekan saya. Sebuah hubungan ga akan jalan tanpa adanya kompromi, saling nerima, ga menuntut ini itu untuk berubah; well at least not in an instant way, it takes time!
“Kenapa saya harus percaya kamu, kalau kamu sendiri ragu sama saya?”
Ah udah ah makin gajelas gw. Hanya mind juggling, maaf ya readers.