Well.
Saya gatau, apakah kebebasan untuk berbicara itu benar2 ada.
Salah paham kerap terjadi, belakangan ini :)
Hati-hati kalau bicara, dan hentikan berasumsi.
Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan, dan jangan berkata ini-itu tentang orang lain, karena bisa saja tanpa kamu sadari, kamu termasuk orang yang seperti itu juga.
Kamu, saya dan mereka pasti punya opini masing-masing.
Saya menghargai pendapat kamu dan mereka.
Sayangnya, kamu yang tidak bisa menerima dengan cukup lapang tentang apa yang saya rasakan selama ini, bahkan sejak waktu yang cukup lama.
Segala sesuatu pasti ada dua sisi; baik dan buruk.
Lihatlah dari keduanya, kalau semua tindakan yang selama ini saya lakukan hanya kamu lihat dari satu sisi saja, buruknya saja, saya tidak akan pernah ada nilai positifnya di mata kamu.
Hidup itu menerima dan memberi.
Jangan hanya sekedar meminta.
Pikirkan apa yang bisa kamu beri untuk orang lain ketika kamu juga meminta sesuatu dari dia.
Kompromi.
Hubungan antar manusia tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya kompromi ini, bersedia menerima orang lain apa adanya.
Saya tidak mengerti dengan apa yang kamu pikirkan.
Saya merasa saya berhak membagi apa saja yang saya rasakan, dimana pun.
Kamu juga bebas mengungkapkannya.
Ya memang, saya pernah menganggap itu suatu masalah, tapi sekarang tidak lagi.
Kenapa sekarang kamu yang merasa terganggu?
Hati-hati.
Hati-hati dengan apa yang kamu ucapkan akan sesuatu.
Lihat, sekarang siapa yang termakan omongannya sendiri.
Saya, kamu, atau bahkan mereka?
Atau bahkan kita semua?
Saya letih.
Saya tidak ingin menanggapi asumsi negatif orang-orang sekitar saya, termasuk kamu dan mereka.
Sekarang saya hanya ingin diam.
Melanjutkan apa yang seharusnya saya kerjakan.
Saya tidak ingin menghabiskan tenaga dan pikiran saya yang jumlahnya sudah terbatas hanya untuk menanggapi asumsi negatif itu.
Saya tidak akan mengganggu orang lain.
Saya berjanji kepada diri saya, Bismillah.
Just go your way, and I'll go mine.
Bandung, 5 April 2010.
Untuk Nadya Deviaty Hermawan.
Ps: "kamu dan mereka" di post ini tidak menuju pada oknum-oknum.
Post ini untuk diri saya sendiri yang ingin menyalurkan pikiran-pikiran yang ada di kepala saya.
Cheers.
*Nd:)
0 comments:
Post a Comment